"Perlu orang dalam". Bukan itu yang hendak saya tulis.
Maaf kalau mengecewakan 😁
Tulisan ini saya buat untuk warming up kesanggupan menulis tahun 2024 aja, sih. Saya mulai blog 2024 ini dengan mengabadikan sebuah insight dari pengalaman jadi supervisor atas tim kerja di kantor.
Beberapa kali jadi supervisor, kesimpulan saya: ada yang lebih penting dari skill dan potensi, yaitu work standard (standar kerja).
Orang-orang yang standar kerjanya tinggi, akan berusaha mencari jalan untuk mengejar standar (tinggi) mereka sendiri. Kalau nggak tahu, mereka cari tahu, cari informasi, cari referensi. Kalau belum bisa, dia belajar untuk bisa. Kalau belum sempurna, dia revisi, ulangi, sempurnakan. Kalau merasa tersesat, mereka bertanya, meminta arahan. Kalau tidak yakin, mereka minta validasi dari orang-orang yang setahu mereka lebih ahli.
Orang yang work standard-nya rendah tidak begitu, meskipun skill dan potensinya masyaAllah. Walaupun sebenarnya bisa menghasilkan output yang lebih baik, orang-orang ini merasa output yang standarnya "segitu aja" sudah cukup. Sudah memuaskan hatinya.
Apakah ini salah?
Menurut pengalaman saya, tidak selalu salah juga. Sebab, ya tergantung bosnya standarnya setinggi apa. Yup! Standar bos kita adalah batas amannya.
Jadi, nggak masalah standar kerja kita rendah kurang tinggi. Asalkan itu masih lebih tinggi dari standar yang ditargetkan bos kita. Idealnya akan sangat jarang menemukan kondisi ini di dunia kerja, ya. However, he/she becomes our boss for a reason, right? Right, dong...masak no sih?! 😌
Oh, ya. Dalam konteks tulisan ini, yang saya maksudkan "Bos" tadi macam-macam bentuknya. Tidak harus seseorang yang kerjaannya nyuruh-nyuruh kita di tempat kerja. "Bos" bisa hadir dalam bentuk pelanggan, klien, pemberi modal, sponsor, pemangku kepentingan (stakeholder), dll. Di mana pun, dan kerja apapun kita, selalu ada pihak yg berperan sebagai 'bos'.
Semua orang pada dasarnya adalah pegawai. Kita hanya berbeda-beda bentuk 'bos' dan jenis transaksinya saja.
Sudah ya. Tulisan ini aslinya duluan terbit di status WA, lalu saya edit ulang biar agak kompatibel masuk blog ini. Udah baca sampai sini, semoga ada manfaatnya.
Salam hangat untuk bos Anda, semoga standarnya biasa-biasa saja. Ahahahaaa!
- SD
Comments