For me, quite a lot . Kata orang, kalau kita tidak suka sesuatu; bencilah tindakannya, bukan orang yang melakukannya. Memang benar begitu seharusnya. Tapi soal merokok dan perokok ini gimana yaa; they are inseparable . Udah sejak dulu ku nggak suka dengan rokok dan berusaha menghindar dari asap rokok dan orang yang sedang merokok. Inget banget dulu pernah nylentik ( eh, apa pulak itu ya bahasa Indonesianya?) rokok punya teman, gara-gara merokok di dekatku. Nylentik itu bahasa Jawa, semacam menjentikkan jari telunjuk dan jempol. Gitu lah ya. Nah sejak itu, si teman selalu jauh jauh kalau mau merokok. "Jangan ngerokok deket Wening, nanti diganggu". Gitu katanya. Pernah juga di sebuah angkot, sekitar lima tahun yang lalu, ku pura-pura batuk karena ada yang masuk ke angkot dalam kondisi merokok. Sengaja batuknya dikencengin supaya orangnya sadar bahwa asap rokoknya mengganggu. Daaan, berhasil. Si bapak pun membuang rokoknya. Segitu nggak sukanya memang, sama asap rokok....